Oleh : Sri Wulandari
Kususuri lorong sepi dalam hati
Mencari jawab yang tak pernah kumengerti
Kau hadir bersama jejak cerita perjalananku
Wahai takdir, bisakah aku memelukmu
Banyak yang telah kulalui
cerita yang selalu memaksaku dewasa
Sampai berpikir, mengapa selalu berulang
Tak mengerti makna sejati yang terselip di dalamnya
Tahun kemarin dan tahun ini tentang kehilangan
Memohon kepada takdir agar waktu tak memanggilnya pulang
Namun, suratan takdir tak bisa ditolak
Kini sendiri, tanpa dapat menatapnya lagi
Hanya pusara tempatku mengenangnya
Sapeken, 18 Agustus 2026
Sumber AI
Puisi# memeluktakdir#lombamenulisdalamblog