YUK CEGAH CYBER BULLYING
Guru Motifator literasi digital Indonesia
GMLD 2
Pertemuan ke 4
Tanggal : 8 November 2021
Hari :Senin Pukul 16.00 - 18.00 WIB
Tema :YUK CEGAH CYBER BULLYING
Narasumber: Wijaya Kusuma SPd, MPd
Moderator : Rosminiyati
Alhamdulillah tidak terasa kita sudah memasuki pertemuan keempat, pelatihan dengan WA dan pelatihan ini dibagi menjadi 4 sesi: 1.pembukaan2 pemaparan materi
3.sesi Tanya Jawab
PROFIL DOKTOR WIJAYA KUSUMA SPd , MPd
http://kompasiana.com/wijayalabs
http://wijayalabs.wordpress.com
http://twitter.com.com/wijayalabs
Om Jay mengatakan mengapa kami di PGRI memberikan materi ini dalam kurikulum guru motivator literasi digital (GMLD).Diharapkan sebagai motivator gerakan pencegah munculnya cyber bullying dilingkungan kita. Dimana*cyberbullying* adalah kondisi di mana seseorang merasa tidak nyaman terhadap komentar/informasi/gambar foto yang ditujukan untuk dirinya, yang bertujuan menyakiti, intimidasi, menyebar kebohongan dan menghina, yang diunggah di internet, jejaring media. Hal ini dilakukan oleh orang lain dengan tujuan tertentu. Anak-anak kita jangan sampai menjadi korbannya.
Era Pandemi virus corona (Covid-19) membuat banyak orang semakin akrab dengan internet. Sekolah, bekerja, berinteraksi dengan teman, semuanya dilakukan secara online. Selain itu, untuk menghilangkan rasa bosan, sebagian besar juga memilih bermain media sosial (medsos). Cyberbulying biasanya dilakukan dengan cara online.
Om Jay Mengatakan Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dirilis pada tahun 2019, tercatat 49% pengguna internet pernah menjadi korban *cyberbullying*. Tentunya kondisi ini bisa berdampak bagi kesehatan mental pengguna internet. Oleh karenanya, kami di PGRI merasa khawatir, peningkatan penggunaan teknologi dan internet di masa pandemi Covid-19 akan berbanding lurus dengan peningkatan *cyberbullying*.
PENGERTIAN CYBER BULLYING
Cyberbullying merupakan perilaku anti-sosial yang melecehkan ataupun merendakan seseorang, kebanyakan menimpa anak-anak dan remaja yang dilakukan secara online maupun atau di dunia siber. Cyberbullying justru lebih parah. dari pada bullying di offline Hal ini karena pada bully offline biasanya yang tahu adalah orang-orang yang melihat secara langsung, namun kalau cyberbully, semua orang yang online dan terkoneksi dapat melihatnya.Dapat dibayangkan kalau seseorang diserang atau di-bully di media sosial, diserangn dengan hate comment penuh dengan kata kasar atau tak senonoh, semua temannya bahkan mungkin keluarganya pasti akan membacanya. Belum lagi kalau pelaku cyberbully mengarahkan teman-temannya untuk menyerang korban. Jangan remehkan cyberbully, karena dapat membuat kesehatan mental korban jadi terganggu.Apa yang dapat dilakukan terhadap cyberbullying? Beserta tindakan apa yang dapat dilakukan dalam mencegah dan menghentikan cyberbullying.
Om Jay tegas mengatakan trik trik yang wajib dihindari untuk mencegah cyber bullying yaitu:
1. Jangan merespons. Para pelaku bullying selama menunggu reaksi korban. Untuk itu jangan terpancing untuk merespon aksi pelaku agar mereka tidak merasa diperhatikan
2. Jangan membalas aksi pelaku. Membalas apa yang dilakukan pelaku cyberbullying akan membuat Anda ikut menjadi pelaku dan makin menyuburkan aksi tak menyenangkan.
3. Simpan semua bukti. Karena aksi ini terjadi di media digital, korban akan lebih mudah mengcapture, lalu menyimpan pesan, gambar atau materi pengganggu lainnya yang dikirim pelaku, untuk kemudian menjadikannya sebagai barang bukti saat melapor ke pihak yang bisa membantu.
4. Segera blokir aksi pelaku. Jika materi-materi pengganggu muncul dalam bentuk komentar, pesan instan, gunakan tool preferences/privasi untuk memblok pelaku. Jika terjadi saat chatting, segera tinggalkan chat room.
5. Selalu berperilaku sopan di dunia maya. Perilaku buruk seperti membicarakan orang lain, bergosip atau fitnah akan meningkatkan risiko seseorang menjadi korban cyberbullying
6. Jika sudah meresahkan, laporkan pada pihak berwenang. Adukan pada pihak yang dipercaya dan berwenang. Jika anak-anak yang menjadi korban, mereka harus melapor pada orangtua, guru atau tenaga konseling di sekolah. Selain mengamankan korban, tindakan ini akan membantu memperbaiki sikap mental pelaku.
Omjay mengatakan secara tegas”bersama kita cegah cyberbullying dan jangan sekali-kali menjadi pelaku cyberbullying. Bullying adalah penindasan yang dilakukan seseorang tanpa alasan karena merasa lebih memiliki power dibandingkan korban yang ingin di-bully. Power ini didapatkan dari rasa senioritas, kepemilikan, kedudukan, dan kepintaran”
1. Tidak posting terlalu sering atau banyak
2. Hindari konten posting-an yang aneh
3. Pintar-pintar memilih teman di sosial media
4. Tidak sembarang bercerita di sosial media. Membedakan hal yang lebih baik diceritakan pribadi atau di media sosial. Karena, perbedaan persepsi biasanya terjadi di media sosial.
Omjay memberi tips mencegah Cyberbullying dengan langkah sederhana.
cara pencegahan agar anak terhindar dari perundungan di media sosial, berikut ini informasinya.
1. Edukasi anak
Orang tua harus memberikan edukasi menggunakan jejaring online yang aman. Edukasi menjadi langkah paling dasar dalam mencegah cyberbullying. "Peran orang tua menjadi sangat dibutuhkan dalam kondisi tersebut. Keluarga adalah tempat pertama untuk memperoleh pendidikan," Itulah yang seharusnya kita lakukan sebagai orang tua dan guru.
Anak-anak mesti diberikan pemahaman mengenai hal-hal yang bisa dan tidak bisa dilakukan melalui jejaring online, khususnya media sosial. Orang tua dan guru harus mampu menjadi pemandu.
Selanjutnya, orang tua harus mengajari anak cara menghadapi cyberbullying. Meski, hal ini bisa dilakukan oleh pribadi sendiri, tetapi sebagai orang tua tidak ada salahnya mengajarkan.
3. Bimbing anak untuk atur privasi, khususnya data pribadi.
Langkah selanjutnya anak harus mampu mengatur privasi di media sosial. Pengaturan privasi di media sosial sangat membantu mencegah kasus *cyberbullying* pada anak. Data pribadi anak penting untuk dirahasiakan supaya mereka tidak menjadi korban kejahatan digital.
Untuk menghindarkan diri dari perilaku cyberbullying, anda bisa meningkatkan :
1. Empati (memahami perasaan orang lain)
2. Hati Nurani (mendengar suara hati yang membantu untuk melakukan hal yang benar )
3. Kontrol diri (berpikir sebelum bertindak)
4. Menghormati Orang lain (memperlakukan orang lain dengan baik )
Sebagai tambahan materi silahkan dilihat dihalaman berikut
https://youtu.be/5CfLW5aEBAw
https://www.rexona.com/id/gerak-tak-terbatas/7-hal-yang-bisa-kamu-lakukan-sebagai-cara-mencegah-bullying.html
Selanjutnya materi tanya jawab di WA Group.Dan bisa menghubungi omjay di blog https://wijayalabs.com/about.
- Pertanyaan : Bagaimana cara kita menghentikan cyber bullying tanpa bermain internet dan apa dampaknya? Caranya adalah ajak anak anak kita bermain dengan permainan tradisional yang merupakan budaya bangsa. Seperti main congkak, galasin, petak umpet dan lain-lain. Dampaknya anak menjadi semakin senang belajar offline. Jadi tidak melulu harus online.
- Bagaimana buliying di sosial media jika pelaku sudah mengintimidasi dan memfitnah dan pertanyaan kedua apakah ada perlindungan terhadap korban bullying sosial media? Rekam jejak digitalnya untuk kita ajukan dalam koridor hukum. Kita sendiri sebagai orang tua dan guru yang melindungi anak-anak kita. Oleh karena itu berhati-hatilah menjaga anak-anak kita.
- Apakah kondisi ini termasuk bagian dr penyebab data Indonesia sbg negara terendah Asia Tenggara: tingkat kesantunannya dalam bermedsos menurut Microsoft? (info dr Omjay Senin lalu.). Sepertinya hilang sudah identik bangsa Indonesia yg mempunyai adat ketimuran, santun : jawab beliau betul, setelah matpel TIK hilang diganti prakarya dalam kurikulum 2013, kita semakin turun tingkat kesantunannya, dan tentu saja kita sedih membaca data itu. Kini yang harus kita lakukan adalaah terus menerus mengkampayekan gerakan nasional literasi digital (GNLD) dan persiapkan diri kita untuk menjadi guru motivator literasi digital.
- Apa saja contoh Cyberbullying dan cara mencegahnya?silahkan buka sebagai refrensi
https://www.situstarget.com/blog/mencegah-cyber-bullying/
- Kita sebagai orang tua harus memberikan contoh yg baik dengan belajar sepanjang hayat. Ini memang menjadi dilema karena banyak orang tua yg masih gaptek, kita kerjakan bersama PR yang ada di depan mata kita dengan terus bergerak mengkampanyekan Gerakan Nasional Literasi Digital.
- Perlu kerja sama disemua pihak. Terutama guru dan ortu. masalah ini sering terjadi bukan hal baru. panggil anak tersebut dan ajak diskusi satu persatu. guru perlu belajar ilmu psikologi
SALAM LITERASi SEMANGAT LITERAS
MENUJU INDONESIA MAJU
Luar biasa... Bunda, link masukkan ke fitur blog. Biar tambah keren...
BalasHapusTerimakasih bunda sri,siap masukannya😊🙏🙏
HapusSudah bagus... Bunnda, resume. Emak yg harus belajar
Hapusresume kren dan mantap. semangat
BalasHapusAlhamdulillah, terimakasih pak dail mohon masukannya🙏🙏
HapusMantap Bu ,ayo lebih semanagat dan pasti bisa
BalasHapusSiap pak,,,lebih bersemangat lagi kita pasti bisa
HapusYuukkk cegah cyber bulliying...
BalasHapusYuk,,,
HapusLengkap tulisan resume ibu banyak ilmu dari link baru yang mantap...
BalasHapusTerimakasih,,,semoga bermanfaat🙏🙏
HapusSalam sehat salam literasi bun😊🙏🙏
HapusLengkap banget bun. Keren 👏👏👏
BalasHapusBu shima thanks u,,sehat selalu bun😁🙏🙏🙏
HapusKeren resumenya. Terima kasih sudah mengerjakan tugasnya dengan baik
BalasHapusAlhamdulillah terimakasih om jay bapak motivator kami di gmld 2021,sehat selalu Om Jay🙏🙏
HapusWah... ada pengalaman baru di sini.
BalasHapusTerima kasih bunda sWulandari..
Alhamdulillah terimakasih,salam sehat salam literasi🙏🙏
HapusMantappp....bgs lengkap sekali
BalasHapusTerimaksih bun,salm sehat😊
BalasHapus