Rabu, 02 September 2026

Ketika Lomba Kecil Menghadirkan Kebahagiaan


Ketika Lomba Kecil Menghadirkan Kebahagiaan

Rabu malam bercerita. Ditemani miliaran bintang yang indah, sunyi terasa begitu bersahabat. Gawai ada di tangan, segelas minuman kelapa menemani, membuatku ingin bercerita dan merangkai kata.
Kata-kata yang bagiku sederhana, tetapi semoga tetap penuh makna.

Saat Agustus berganti September, cerita tentang kebersamaan di sekolah seolah tidak pernah tertelan oleh waktu. Ada saja kisah yang ingin dituliskan.
Mengapa tidak?
Lomba yang kami tunggu-tunggu di dalam kelas akhirnya terlaksana. Kali ini, lombanya sederhana, lari sarung.
Canda dan tawa menghiasi suasana kelas. Kami memilih waktu yang agak siang untuk melaksanakan kegiatan lomba agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) peserta didik.

Sebenarnya, aku sempat berpikir anak-anak tidak jadi mengikuti lomba. Maklum, beberapa tugas mata pelajaran mereka belum selesai.
Namun, tiba-tiba aku dikejutkan oleh jawaban mereka.
“Sudah selesai, Bu!”
Spontan aku bertanya,
“Serius? Coba dikumpulkan!”
Tanpa terasa, meja guru pun dipenuhi tumpukan buku.
Aku masih memastikan.
“Serius sudah selesai semua?”
“Iya, Bu!” jawab mereka kompak.
Lontaran kalimat itu merekah dari bibir mereka. Aku pun tidak tega menolak semangat yang terpancar dari wajah mereka.
“Oke, baiklah. Kalau begitu, siapkan kelompok kalian. Setiap regu masing-masing satu anggota!”
Suaraku spontan menggema memenuhi ruangan.

Menurutku, mungkin ini hanya sebuah lomba kecil. Namun, sebenarnya kegiatan ini menjadi langkah sederhana untuk memberikan stimulus kebahagiaan, membangun keakraban, dan menciptakan suasana yang lebih dekat antara murid dan guru.

Lomba pun dimulai.
Suasana kelas mendadak berubah. Jatuh bangun mereka di dalam sarung mengundang gelak tawa. Suara sorak-sorai bahkan hampir memekakkan telinga.
Tawa dan kebahagiaan menjadi nyawa dalam lomba sederhana itu.
“Hadiahnya apa, ya?” gumamku dalam hati.
Sebagai guru, aku juga sempat bingung. Heee... Namanya juga lomba spontan, hadiah pun belum terpikirkan. Yang penting anak-anak bahagia terlebih dahulu.
Regu putra dan putri akhirnya menyelesaikan perlombaan.

Namun, di tengah kegiatan, tiba-tiba beberapa murid kelas 5 datang ke kelas. Mungkin mereka tertarik melihat aksi teman-temannya yang begitu seru.
Salah seorang dari mereka nyeletuk,
“Bu, ikut, Bu! Boleh, kan, Bu?”
Beberapa anak lainnya ikut menyahut.
Kemudian, seorang murid berkata dengan nada kecewa,
“Kenapa kami tidak seperti itu, Ibu?”
Aku terdiam sejenak. Sebagai guru, tentu hati ini tidak tega melihat mereka kecewa.
“Baiklah. Kalian serius mau ikut?” tanyaku.
Mereka mengangguk.
“Tugas kalian sudah dikerjakan belum di kelas 5?” tanyaku lagi.
Salah seorang anak menjawab,
“Sudah, Bu!”
Wali kelas mereka pun memberikan kesempatan.
“Oke, baiklah. Kalau tugas sudah selesai, silakan ikut.”

Seketika wajah mereka berubah ceria.
Lomba pun berlanjut.
Kali ini suasananya terasa jauh lebih seru. Tawa, sorakan, dan semangat anak-anak kembali memenuhi ruang kelas.

Tidak terasa, perlombaan pun selesai. Beberapa juara telah ditetapkan. Meskipun hadiahnya sederhana, kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka terasa jauh lebih berharga.

Alhamdulillah.
Kegiatan lomba kecil hari itu akhirnya selesai.
Semoga esok kami kembali melanjutkan rangkaian kegiatan belajar mengajar di sekolah. Namun, sesekali menyelipkan kegiatan sederhana seperti lomba di penghujung pembelajaran rasanya tidak ada salahnya.
Sebab, terkadang anak-anak tidak membutuhkan sesuatu yang mewah untuk bahagia.

Cukup diberi ruang untuk tertawa, bermain, dan merasa diperhatikan.
Dari sebuah lomba sederhana, kami belajar bahwa kebahagiaan bisa tumbuh dari kebersamaan.
Dan semoga, kebahagiaan itu kembali terpancar di hati mereka.

Kalimat akan ditutup dengan kalimat sakti omjay'' menulislah setiap hari dan buktikan yang akan terjadi" https://wijayalabs.com

 
Salam literasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungannya,master master terhebat sahabat bloger🙏🙏

Ketika Lomba Kecil Menghadirkan Kebahagiaan

Ketika Lomba Kecil Menghadirkan Kebahagiaan Rabu malam bercerita. Ditemani miliaran bintang yang indah, sunyi terasa begitu bersahabat. Gawa...

STATEGI MENANGKAL HOAKS