Puisi
Langit
Oleh: Sri Wulandari
Di antara siang dan malam
Gelap memeluk terang berpijar
Bintang rembulan dan cakrawala
Setia bernaung dalam pelukan angkasa
Langit hadir laksana kanvas semesta
Siang dan malam menjadi poros putarnya
Matahari melukis helaian cahaya
Bintang menoreh sunyi pada beludru malam
Kala senja menyapu semburat jingga
Fajar perlahan membuka tirai harapan
Samudra angkasa menjadi pelabuhan waktu
Tempat setiap musim belajar pulang
Sebab langit tak sekadar bentang biru
Ia adalah saksi yang tak pernah bersuara
Menyimpan doa yang melangit
Mengajarkan bahwa terang dan gelap
bukanlah pertentangan
Melainkan dua wajah kehidupan
yang saling menyempurnakan
Sapeken, 20 Agustus 2026