Tampilkan postingan dengan label lomba menulis dalam blog H. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lomba menulis dalam blog H. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2026

menjejak pulau Dewata,menjemput pengalaman di kapal pesiar

Menjejak Pulau Dewata, Menjemput Pengalaman di Kapal Pesiar

Perjalanan pertama selalu menyimpan cerita. Ada gugup, bingung, lelah, tetapi juga ada kejutan yang membuat kita ingin mengingatnya sepanjang hidup.
Perjalananku dimulai pada November 2024. Saat itu, untuk pertama kalinya kakiku menginjak Pulau Dewata, Bali. Perjalanan panjang tersebut dimulai dari kepulauanku.

Aku harus menyeberang menggunakan kapal menuju Banyuwangi.
Saat itu, kapal yang lebih cepat berangkat adalah kapal menuju Banyuwangi. Setelah tiba di Banyuwangi, aku mulai mempertimbangkan berbagai pilihan transportasi untuk melanjutkan perjalanan. Ada pilihan menggunakan travel maupun bus DAMRI.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya aku memilih DAMRI. Ada yang mengatakan bahwa menggunakan DAMRI cukup nyaman karena bus akan mengantarkan penumpang hingga ke kantor DAMRI yang berada di Bali.
Aku pun melanjutkan perjalanan bersama dua anakku

Perjalanan itu benar-benar menguras pikiran, emosi, dan perasaan. Bagaimana tidak? Untuk pertama kalinya aku melakukan perjalanan menuju sebuah tempat yang belum pernah kukunjungi sebelumnya. Ada rasa khawatir, bingung, sekaligus penasaran tentang apa yang akan kutemui di sana.
Kebingungan Menentukan Tempat Turun
Semakin dekat dengan Bali, semakin banyak pertanyaan yang muncul di pikiranku.
Aku sempat bertanya kepada beberapa orang, apakah sebaiknya turun di terminal atau melanjutkan perjalanan hingga kantor DAMRI di Bali.
Salah seorang yang kutanyai ternyata sangat baik. Ia memberikan saran dengan sabar.
“Kalau turun jam segini di terminal, suasananya sepi. Apalagi kalau Ibu mau ke Kota Denpasar, masih cukup jauh. Lebih baik turun langsung di kantor DAMRI. Dari sana Ibu sudah berada di kawasan perkotaan sehingga lebih mudah mengakses berbagai tempat.”
Aku pun mengikuti sarannya.
Kemudian ia bertanya lagi, “Ibu mau ke mana?”
Aku menjelaskan bahwa aku akan menginap di sebuah hotel. Sebenarnya aku sendiri belum begitu memahami lokasi hotel tersebut. Aku hanya menyebutkan nama hotel yang menjadi tujuanku.
Ia hanya mengangguk.

Begitulah perjalanan pertamaku menuju Bali. Banyak hal yang belum kuketahui, tetapi selalu ada orang-orang baik yang hadir dan membantu menunjukkan arah.
Akhirnya Tiba di Pulau Dewata
Setelah perjalanan panjang, bus DAMRI akhirnya berhenti di kantornya di Bali. Aku segera turun bersama kedua adikku.
Aku sempat beberapa kali mencoba memesan GoCar. Namun, ketika sedang kebingungan mencari kendaraan, seorang kakek tua menawarkan jasa ojek.
Tanpa banyak berpikir, aku pun bergegas naik dan menuju hotel.
Namun, hotel bukanlah tujuan akhir perjalananku.
Esok paginya aku harus menuju Pelabuhan Benoa.
Ada sesuatu yang sejak awal membuatku penasaran: kapal pesiar.
Aku ingin melihat langsung kapal pesiar yang selama ini hanya kulihat melalui foto dan video.

Pertama Kali Melihat Kapal Pesiar
Sesampainya di Pelabuhan Benoa, suasana terasa begitu berbeda. Pelabuhan tersebut menjadi tempat singgah kapal-kapal pesiar internasional yang membawa wisatawan dari berbagai negara.
Salah satu kapal pesiar raksasa dari Celebrity Cruises yang pernah singgah di Pelabuhan Benoa adalah Celebrity Solstice. Kapal ini memiliki panjang sekitar 317 meter dan pernah membawa sekitar 2.800 wisatawan mancanegara ketika singgah di Bali.
Membayangkan ukuran kapal tersebut saja sudah membuatku kagum.
Namun, kekagumanku semakin bertambah ketika akhirnya aku sendiri berkesempatan berada di kapal pesiar Celebrity Cruises.
Di pelataran menuju kapal, karpet merah seolah menyambut para tamu. Pemandangan itu memberikan kesan yang begitu istimewa. Rasanya seperti memasuki sebuah dunia yang berbeda.
Waktu keberangkatan pun telah ditentukan. Para penumpang harus kembali berada di kapal pada sore hari sesuai jadwal.
Aku menikmati setiap momen dengan penuh rasa takjub.
Bagi sebagian orang, mungkin kapal pesiar hanyalah sarana perjalanan. Namun, bagiku, pengalaman itu adalah sebuah cerita baru yang belum pernah kutuliskan sebelumnya.
Kemewahan di Tengah Laut
Berada di kapal Celebrity Cruises menjadi pengalaman pertamaku menikmati perjalanan dengan kapal pesiar.
Fasilitasnya begitu mewah. Suasananya mengingatkanku pada sebuah hotel berbintang lima, tetapi kali ini hotel tersebut tidak berdiri di atas daratan—ia bergerak melintasi lautan.
Salah satu hal yang paling membuatku terkesan adalah lift yang begitu tinggi. Aku pun tidak ingin melewatkan momen tersebut. Segera kuabadikan pengalaman itu dalam dokumentasi.

Menariknya lagi, Celebrity Cruises juga dikenal memiliki perhatian terhadap kebutuhan wisatawan dengan kebutuhan khusus. Lini pelayarannya memiliki program dan layanan yang ramah bagi tamu dengan autisme dan kebutuhan khusus lainnya.
Bagiku, hal tersebut menjadi sisi lain yang menarik dari sebuah perjalanan wisata. Kemewahan ternyata tidak hanya tentang fasilitas, tetapi juga tentang bagaimana sebuah perjalanan dapat memberikan kenyamanan kepada beragam orang.

Perjalanan yang Mengajarkanku Keberanian
Jika mengingat kembali perjalanan tersebut, aku menyadari bahwa perjalanan bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Perjalanan adalah keberanian untuk melangkah menuju sesuatu yang belum kita kenal.
Dari kepulauanku, menyeberang menuju Banyuwangi, melanjutkan perjalanan dengan DAMRI, kebingungan mencari arah di Bali, hingga akhirnya tiba di Pelabuhan Benoa dan menikmati pengalaman berada di kapal pesiar—semuanya menjadi rangkaian cerita yang tidak akan mudah kulupakan.
Ada rasa takut ketika berada di tempat yang asing.
Ada kebingungan ketika harus menentukan arah.
Namun, di sepanjang perjalanan selalu ada orang-orang baik yang memberikan pertolongan.
Dari perjalanan itu aku belajar bahwa kita tidak harus mengetahui seluruh jalan sebelum memulai langkah pertama.
Kadang, cukup berani melangkah.
Karena setelah satu langkah dilakukan, akan selalu ada jalan lain yang terbuka.
Dan mungkin, itulah makna perjalanan yang sesungguhnya: bukan hanya tentang tempat yang kita tuju, tetapi tentang keberanian, pengalaman, dan cerita yang kita bawa pulang.
Perjalanan menuju Pulau Dewata dan pengalaman berada di kapal pesiar Celebrity Cruises akhirnya menjadi salah satu kenangan yang tersimpan dalam perjalanan hidupku.

Sebuah perjalanan yang bermula dari rasa ragu, tetapi berakhir menjadi cerita yang layak untuk dituliskan.
Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang akan terjadi. https: wijayalab@gmail.com
Salam menulis, semangat literasi! 🌷

menjejak pulau Dewata,menjemput pengalaman di kapal pesiar

Menjejak Pulau Dewata, Menjemput Pengalaman di Kapal Pesiar Perjalanan pertama selalu menyimpan cerita. Ada gugup, bingung, lelah, tetapi ju...

STATEGI MENANGKAL HOAKS