Oleh: Sri Wulandari
Ibu, jejak sunyi kupeluk sendiri
Kala mengenang embun jiwamu dalam hidupku
Mantra sucimu menjadi jubah pelindungku
Bening jatuh dari sesal yang tak lunas oleh waktu
Ibu, kini kucari jejakmu
di lorong sepi ingatanku
Menunggu hadirmu dalam simfoni mimpi
Sekadar ingin melihat
lalu memelukmu kembali
Tak ada lagi pelukan
tak ada tegurmu kala marah
Sepi menatap ruang kosong penuh arti
Pelita yang dulu menyala untuk kami
kini padam
namun cahayanya tinggal
di dinding ingatan
Suaramu tak lagi terdengar
tetapi kasihmu tak pernah benar-benar pergi
Ia mengalir diam-diam
seperti mata air
kutemukan dalam setiap doa untukmu
Sapeken, 8 September 2026
Menulislah setiap hari dan buktikan yang akan terjadi *https://wijayalabs.com