Tampilkan postingan dengan label lomba menulis dalam blog H_25. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lomba menulis dalam blog H_25. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 September 2026

Cerpen fantasi mitologi Darah Biru part 1 Bersambung

Keturunan 
Darah Biru 

Di sebuah desa terpencil bernama Pasem. Sarinah 
menjalani hidup sederhana sebagai putri seorang petani. Meski 
kerap dianggap berbeda karena wajahnya yang terlampau 
anggun dan sikapnya yang tenang, gadis ini tidak pernah merasa 
istimewa.

Sarinah percaya bahwa ia hanyalah gadis biasa yang ditakdirkan untuk menjalani hidup tanpa banyak perubahan. Ia  suka membantu orang tuanya di sawah, jika pekerjaan dirasa 
cukup. Dia berpamitan pulang seperti hari-hari biasanya.
Memasak dan mencuci pakaian orang tuanya. Siang itu 
sangat cerah, senyum manis terpancar indah penuh bahagia. 
Baju siap dijemur dan di beberapa helai baju terbungkus tangan 
manisnya. Ia melihat sosok bayangan berkelebat dan melintas 
di belakang tubuh gadis itu.
Sarinah berkata "Siapa itu?" tegasnya menyapa 
bayangan. Hening tidak ada jawaban.
"Kenapa sih, saat aku sendiri bayangan itu seolah-olah 
mengejarku," gumannya dalam hati. Seperti kegiatan harian, 
Sarinah selalu diawasi oleh sosok tak terlihat.
Saat malam tiba, Sarinah menghidupkan lampu sumbunya dan lelah membawa pada tidur lelap, disaat itu sosok 
berbaju putih berkata.
"Aku akan membawamu berkeliling." Seketika sarinah 
melesat tinggi melintasi awan-awan putih, banyak orang yang dilihatnya, di dalam tembok besi. Ya, seperti tahanan ia pun 
bertanya pada sosok berjubah putih.
Dari kejauhan Sarinah melihat, kubah masjid. Ia 
menunjuk , seraya mengisyaratkan, tetapi sosok bayangan putih 
ini berkata, "Waktunya pulang." 
Seketika sarinah terperanjat dari tempat tidurnya. 
Mimpi yang membuat ketakutan, hal ini pun ditutup rapat dari 
orang tuanya.
Kejadian-kejadian aneh menyelimuti hari-hari.

Sarinah sampai beranjak dewasa. Saat tertidur pulas, ia juga mengalami 
hal aneh di mana tubuhnya terbagi menjadi dua. Ya, tubuhnya 
mengambang di atas badannya, setengah mati ia pun berteriak. 
Seperti magnet yang saling tarik menarik.
Sarinah menolak tubuhnya terpisah, ketika itu tubuhnya melayang agak tinggi semakin terasa ringan rasa tubuhnya. Saat 
ruh itu ingin meninggalkan raga, dengan teriakan dan penolakan 
tubuh yang melayang tadi jatuh begitu saja. 
"Aku gak mau!" teriaknya dalam mimpi. Seketika itu tubuhnya terjatuh ke tubuh lainnya.
Sarinah belum sempat terbangun dalam mimpi, Tiba-tiba tubuhnya tidak bergerak, di telinga bagian kiri seolah ada 
mantra yang dibisikkan rasanya panas, bisikan itu nyata, dan 
terasa.

Terbangun dan gugup menghiasi wajah anggunnya dan 
mental Sarinah benar-benar di uji. Hari berganti hari, bulan 
berganti bulan tahun berganti tahun semua hal dirasakan selalu. 
Suatu malam hujan turun begitu deras, membasahi jalan 
tanah di sekitar rumah Sarinah. Di bawah cahaya redup lampu 
minyak, ia terduduk di sudut ruangan sambil menjahit bajunya 
yang sobek, karena besok ia berjualan di pasar. Tiba-tiba, angin ...........bersambung

Menulislah setiap hari dan buktikan yang akan terjadi, https:// wijayalabs.com

Cerpen fantasi mitologi Darah Biru part 1 Bersambung

Keturunan  Darah Biru  Di sebuah desa terpencil bernama Pasem. Sarinah  menjalani hidup sederhana sebagai putri seorang petani. ...

STATEGI MENANGKAL HOAKS