Sabtu, 12 September 2026

Catatan Harian Reflektif Seorang Guru

Catatan Harian Reflektif Seorang Guru

Cerita setiap hari Sabtu, sebagai staf pengajar di sebuah sekolah negeri, selalu ada cerita kecil yang menjadi pembelajaran.

Sabtu kali ini, beberapa kegiatan lomba harus kami tunda karena anak-anak TK dari sebuah yayasan sedang melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad saw. Agar tidak saling mengganggu, kami memilih kegiatan sederhana: menggambar.

Biasanya aku menentukan tema. Namun, kali ini kuberi mereka kebebasan.

“Anak-anak, silakan gambar apa saja yang kalian sukai. Ekspresikan ide kalian.”

“Kalau gambar laba-laba boleh, Bu?”

“Boleh.”

“Spider-Man?”

“Boleh.”

“Kalau es krim?”

Aku tersenyum. “Boleh juga.”

Setelah selesai, aku melihat beberapa gambar yang hampir sama. Ada jaring laba-laba, Spider-Man, bahkan tulisan yang bernuansa cinta.

“Kenapa gambarnya hampir sama?”

“Dari TikTok, Bu. Lagi tren.”

Aku tersenyum sambil berpikir. Ternyata dunia anak-anak sekarang memang berbeda. Mereka tumbuh di tengah gawai, media sosial, dan berbagai tren yang bergerak begitu cepat.

Sebagai guru, aku belajar untuk tidak langsung menghakimi. Aku mengikuti alur mereka terlebih dahulu, bertanya, mendengarkan, lalu memberikan pemahaman.

Aku katakan kepada mereka,

“Boleh mengenal perasaan, tetapi belum waktunya menjadikan kata-kata seperti itu sebagai kebiasaan. Kalian masih punya banyak hal indah untuk dipelajari. Kejar cita-cita, rajin membaca, berkarya, dan gunakan kata-kata untuk hal-hal yang mendidik.”
Bagiku, mendidik bukan hanya mengatakan boleh atau tidak boleh. Anak perlu diberi alasan, diarahkan, dan dibimbing dengan bahasa yang mereka pahami.


Ikuti dunia mereka untuk memahami, tetapi jangan biarkan mereka kehilangan arah.

Dari kegiatan menggambar yang sederhana, aku kembali belajar bahwa menjadi guru berarti harus terus belajar. Zaman berubah, cara berpikir anak berubah, maka cara kita mendampingi mereka pun perlu berkembang.

Guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga teman belajar, pembimbing, dan penjaga arah bagi tumbuh kembang anak.

Semoga setiap langkah kecil dalam mendidik menjadi kebaikan dan bernilai pahala.

Seperti pesan sakti Om Jay:

“Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.”
Https://wijayalabs.com
Maka aku akan terus menulis, karena setiap pengalaman selalu menyimpan pelajaran.

Salam literasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungannya,master master terhebat sahabat bloger🙏🙏

Catatan Harian Reflektif Seorang Guru

Catatan Harian Reflektif Seorang Guru Cerita setiap hari Sabtu, sebagai staf pengajar di sebuah sekolah negeri, selalu ada cerit...

STATEGI MENANGKAL HOAKS