Tampilkan postingan dengan label Lomba Menulis Dalam Blog II_32. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba Menulis Dalam Blog II_32. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 September 2026

puisi berjudul pagi

PAGI
Oleh: Sri Wulandari

Pagiku diiringi doa
Menunggu sang cahaya
Mengharap bintang kejora
Menemani senyum penuh makna

Laut saksi sang surya
Menampakkan keindahan cahaya
Sang bintang memudar
Meredup tertelan awan berpijar
Kubuka dengan senyuman
Berganti bersama harapan
Menjemput rezeki dengan impian
Bekerja demi sesuap makan

Berpeluh menetes di mata dan badan
Bercucuran penuh kelelahan
Apa daya dunia bukan di genggaman
Pelakon seperti cerita pewayangan

Sapeken, 18 September 2026


Refleksi Keseluruhan

Pagi bukan sekadar puisi tentang pagi.
sebuah puisi tentang manusia yang bangun setiap hari dan kembali bernegosiasi dengan kehidupan.
Pagi mengajarkan bahwa setiap hari adalah awal baru.

Bintang kejora mengajarkan bahwa harapan dapat hadir bahkan sebelum terang sempurna.
Laut mengajarkan keluasan dan ketabahan.
Keringat mengajarkan bahwa rezeki membutuhkan ikhtiar.

Wayang mengajarkan bahwa manusia tidak menggenggam seluruh alur cerita.
Tetapi selama cahaya masih datang dan napas masih diberi, peran itu masih layak dimainkan.
Dan kalimat refleksi yang paling cocok sebagai inti tulisan ini adalah

Aku mungkin tidak mampu menggenggam seluruh dunia, tetapi aku masih bisa menggenggam doa, menjemput rezeki dengan ikhtiar, dan menjaga cahaya harapan agar tetap menyala di dalam diri.”

Tentang bagaimana seseorang memilih untuk tetap berjalan meski mengetahui bahwa hidup tidak selalu berada dalam genggamannya.
Selalu bersama kalimat sakti ini berbunyi
Menulislah setiap hari dan buktikan yang terjadi.

Puisi_Malam

Malam Oleh: Sri Wulandari Gelap malam menyapa kalbu Membawa bisikan rasa tentangmu Aku terpaku di antara bintang-bintang Menyaks...

STATEGI MENANGKAL HOAKS