Oleh : Sri Wulandari
Muridku membawa kata-kata penuh tanya,
tak mampu merangkai ucap tulusnya.
Membawa harap di dalam hati,
menapaki hari dengan langkah tertatih.
Namun, langkah tak ingin menyerah,
di sana cahaya bintang kecil menjadi harapan.
Meski hanya membawa sepotong kalimat,
sebagian masih bingung mencari makna.
Satu kata, satu frasa, satu kalimat,
terangkai perlahan menjadi untaian indah.
Kutemani sepenuh hati,
perlahan, pasti, tanpa henti.
Laksana bintang yang berserak
di hamparan langit yang luas,
mereka menemukan suara
di antara barisan kata dan puisi.
Kalimat yang belum menemukan arah
laksana sepotong mimpi yang menggantung di langit bintang.
Belajar menyusun kata, merangkai makna
hingga satu kalimat menjadi cahaya.
Lalu cahaya itu menjelma cerita
Malam menjadi saksi ketika kata dirangkai menjadi bait puisi berteman milyaran bintang
yang berpendar di langit malam.
Ajarkan mereka keberanian,
agar tak takut pada kata yang belum sempurna.
Sebab dari satu kata yang sederhana,
dapat tumbuh makna yang luar biasa.
Dari kalimat yang masih terbata,
lahir mimpi yang perlahan menemukan arah.
Dan ketika mereka berani bersuara,
kata bukan lagi sekadar kata ia menjadi cahaya
yang memancar dari dalam diri.
Sapeken, 3 September 2026
Menulislah setiap hari dan buktikan yang terjadi*Omjay*https:// Wijayalabs.com
Pesan yang tersirat dalam puisi diatas
setiap anak memiliki cahaya dan potensi yang berbeda. Tugas seorang guru bukan sekadar mengajarkan kata, tetapi menemani anak menemukan keberanian untuk menyuarakan pikiran dan mimpinya. Dari kata yang sederhana, dapat tumbuh kepercayaan diri, kreativitas, dan harapan.
Malam Minggu penuh cerita😍
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas kunjungannya,master master terhebat sahabat bloger🙏🙏