Karya : Sri Wulandari
Suara menggema bak melodi
Mengalun syahdu di relung sanubari
Perlahan sunyi bak nyala padam
Berganti hening menyesakkan malam
Menyendiri dalam kelam senja
Menatap langit muram tanpa bintang
Senja redup dalam siluet pilu
Bayang luka larut bersama waktu
Aku kehilangan juga terisih
Kau berlalu terus melangkah
Aku memeluk merangkul sisa bayang
Lalu melepas terhempas angin senja
Sapeken, 9 Oktober 2026
Puisi ini menggambarkan rasa kehilangan yang mendalam, kesunyian, kenangan yang tertinggal, dan kepasrahan ketika seseorang harus melepaskan kepergian.
Tak semua yang hilang harus kembali,
Tak semua luka abadi dalam diri.
Biarkan waktu merawat kenangan,
Jangan biarkan hilang memadamkan harapan. Esok siapa tau masih kembal
Setiap pertemuan memiliki makna dan setiap perpisahan mengajarkan kedewasaan. Tidak semua yang hilang harus kembali, dan tidak semua kenangan harus dilupakan. Terkadang, kita hanya perlu berdamai dengan keadaan, memaafkan masa lalu, serta melangkah kembali dengan hati yang lebih lapang.
Jangan biarkan kehilangan merenggut seluruh kebahagiaan. Belajarlah menerima sesuatu yang telah berlalu, mengikhlaskan yang tak lagi bersama, dan merawat kenangan tanpa harus terus hidup di dalam kesedihan. Tulisan malam ini versi mellow.
Menulislah setiap hari dan buktikan yang terjadi , kalimat sakti Omjay berkata demikian...https://wijayalabs.com