Pulang pada Sang Pencipta
Aku berjalan jauh
mencari cahaya di antara manusia,
mencari jawaban
pada suara dunia yang tak pernah selesai.
Kupikir rumah adalah tempat
yang dapat disentuh tangan,
ternyata rumah paling sunyi
adalah hati yang kembali mengingat-Nya.
Aku mengejar banyak hal
nama, pujian, dan keinginan,
hingga suatu hari kusadari
semakin banyak yang kugenggam,
semakin berat langkahku untuk pulang.
Wahai hati,
jangan takut kehilangan dunia.
Yang pergi hanyalah sesuatu
yang memang tidak pernah menjadi milikmu.
Pulanglah perlahan.
Bersihkan jalan di dalam dirimu
dari kesombongan, iri, dan luka.
Sebab Tuhan tidak jauh,
kitalah yang terlalu sering
berjalan menjauh dari-Nya.
Jika malam membuatmu sepi,
jangan buru-buru mencari keramaian.
Duduklah dalam hening,
dengarkan suara kalbu
yang lama tertutup kebisingan.
Di sana,
mungkin kau akan menemukan
bahwa setiap tarikan napas
adalah panggilan lembut:
“Kembalilah.”
Bukan pulang dengan langkah kaki,
melainkan pulang dengan hati.
Bukan berpindah tempat,
Melainkan berpindah arah.
Dari dunia menuju Dia.
Dari keakuan menuju penghambaan.
Dari gelisah menuju pasrah.
Dari merasa memiliki
menuju kesadaran bahwa
kita semua hanyalah milik-Nya.
Ketika perjalanan selesai,
semoga hati tidak lagi bertanya
ke mana harus pulang.
Sebab sejak awal
kita berasal dari-Nya,
berjalan dalam penjagaan-Nya,
dan pada akhirnya
kembali kepada-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas kunjungannya,master master terhebat sahabat bloger🙏🙏