Tampilkan postingan dengan label Menulis Dalam Blog II. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menulis Dalam Blog II. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Oktober 2026

HARI SANTRI DI RUANG KELAS

HARI SANTRI DI RUANG KELAS

Menanamkan Iman, Mengenang Perjuangan

Karya: Sri Wulandari
Sapeken, 20 Oktober 2026

Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan yang ditandai dengan upacara atau kegiatan seremonial. Di balik peringatan ini, terdapat sejarah perjuangan, nilai keagamaan, dan semangat cinta Tanah Air yang perlu diwariskan kepada generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, mengenalkan makna Hari Santri kepada peserta didik sejak dini merupakan bagian penting dari pendidikan karakter.


Berdasarkan Surat Edaran Nomor 41 Tahun 2026 tentang Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Sumenep menetapkan pelaksanaan peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026. Sementara itu, kegiatan mengenakan pakaian yang telah ditentukan dalam surat edaran dilaksanakan mulai 19 hingga 22 Oktober 2026, selama empat hari berturut-turut.

Di sekolah kami, SDN Sapeken 2, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung seperti biasa. Namun, peringatan Hari Santri menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik, khususnya anak-anak kelas IV yang menjadi bagian dari perjalanan mengajarku.

Seperti biasa, setelah mengikuti upacara bendera, kami kembali ke ruang kelas. Aku menyambut anak-anak dengan sapaan hangat, kemudian mengajak mereka berdoa sebelum memulai pembelajaran.

Setelah berdoa, kami melanjutkan kegiatap dengan membaca tiga surah Qul. Kebiasaan ini kami lakukan agar anak-anak terbiasa membaca dan menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Sebagian besar peserta didik di kelasku telah menggunakan Al-Qur'an, meskipun masih ada beberapa anak yang belajar menggunakan Iqra.


Bagiku, membiasakan anak-anak membaca ayat suci bukan sekadar rutinitas sebelum belajar. Ada harapan besar yang kutitipkan di dalamnya. Aku ingin ayat-ayat yang mereka baca hari ini melekat dalam ingatan dan menjadi bekal kehidupan mereka kelak.

Semoga kebiasaan sederhana ini terus tumbuh hingga mereka dewasa. Setelah terbiasa membaca tiga surah Qul, aku berharap mereka dapat melanjutkan hafalan dengan ayat Kursi dan surah-surah lainnya sesuai kemampuan masing-masing.

Sebagai seorang guru, aku menyadari bahwa setiap anak memiliki proses belajar yang berbeda. Karena itu, mereka perlu dibimbing dengan sabar dan diberi kesempatan untuk berkembang. Pendidikan bukan hanya tentang seberapa cepat anak menguasai pelajaran, melainkan juga tentang bagaimana kebiasaan baik ditanamkan secara berkelanjutan.

Peringatan Hari Santri juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan sejarah perjuangan para santri kepada anak-anak. Aku berencana menghadirkan kegiatan kuis yang menarik agar mereka lebih bersemangat mengenal siapa itu santri, bagaimana perjuangannya, dan mengapa Hari Santri perlu diperingati.

Melalui kegiatan sederhana tersebut, aku ingin anak-anak memahami bahwa para santri dan ulama memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Semangat keagamaan, keberanian, pengorbanan, dan kecintaan kepada Tanah Air merupakan nilai-nilai luhur yang patut kita teladani.

Hari Santri mengingatkan kita bahwa pendidikan agama dan pendidikan kebangsaan dapat berjalan beriringan. Anak-anak perlu tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, menghargai perbedaan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan bangsanya.

Ada pula perasaan haru yang menyertai perjalanan kami di kelas IV. Waktu terus berjalan, dan suatu saat nanti anak-anak akan naik ke kelas V. Kebersamaan yang kami jalani hari ini akan menjadi bagian dari kenangan perjalanan pendidikan mereka.


Aku ingin setiap pertemuan meninggalkan sesuatu yang bermakna. Bukan hanya pengetahuan dari buku pelajaran, melainkan juga kebiasaan baik, nilai keimanan, dan semangat untuk terus belajar.

Bagiku, memperingati Hari Santri bukan semata-mata tentang mengenakan pakaian tertentu atau mengikuti kegiatan selama beberapa hari. Makna yang lebih dalam adalah bagaimana kita meneruskan semangat perjuangan para pendahulu melalui pendidikan, keteladanan, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dari ruang kelas sederhana di sekolah pesisir ini, aku belajar bahwa menanamkan nilai-nilai luhur tidak harus menunggu kegiatan besar. Semuanya dapat dimulai dari doa bersama, lantunan ayat suci, sapaan seorang guru, dan percakapan sederhana tentang sejarah perjuangan bangsa.


Hari Santri boleh diperingati selama beberapa hari, tetapi semangatnya semestinya hidup sepanjang tahun. Mengenang perjuangan adalah cara kita menghargai masa lalu, sedangkan menanamkan nilai-nilainya kepada anak-anak adalah cara kita menyiapkan masa depan Indonesia.


Pesan yang ingin kusampaikan melalui tulisan ini:

Hari Santri perlu diperingati agar generasi muda mengenal sejarah perjuangan para santri dan ulama, menghargai jasa para pendahulu, serta menumbuhkan kecintaan kepada agama dan Tanah Air. Di sekolah, peringatan ini dapat menjadi sarana pendidikan karakter melalui kebiasaan baik, pembelajaran sejarah, dan keteladanan guru.

Sebab, pendidikan yang bermakna bukan hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga menumbuhkan iman, membentuk akhlak, dan menyiapkan generasi yang mampu membawa kebaikan bagi bangsa.

Salam literasi dari sekolah pesisir.

Sri Wulandari


Menulislah Setiap hari dan buktikan yang terjadi *OMJAY* https://wija

yalabs.com

HARI SANTRI DI RUANG KELAS

HARI SANTRI DI RUANG KELAS Menanamkan Iman, Mengenang Perjuangan Karya: Sri Wulandari Sapeken, 20 Oktober 2026 Hari Santri bukan sekadar...

STATEGI MENANGKAL HOAKS