Karya: Sri Wulandari
Sejenak hati letih mengingat masalah,
sejenak terlintas pesan tentang pelaporan.
Langkahku terhenti tatkala melihat senyumnya, makin kupandang, makin terang cahayanya.
Ciptaan-Mu begitu indah, ya Robbi.
Bolehkah ia selamanya bersamaku
Memandang cahaya-cahaya yang Kau titipkan kepadanya,
sungguh menakjubkan dunia ciptaan-Mu.
Tuhan, jika boleh meminta,
bolehkah cahaya bintang-Mu
selalu menemani hati yang hampa ini,
memberi penyembuhan tanpa belajar berharap?
Sungguh, ciptaan-Mu begitu sempurna,
begitu indah dan berharga.
Tujuh bintang bergerak mengitari parade semesta,
syukur atas nikmat yang Kau beri,
Ilahi Robbi.
Sapeken, 16 Oktober 2026
Menangkap pesan yang lembut:
*Terkadang, di tengah kesibukan dan kekosongan hati, kita menemukan ketenangan melalui sesuatu yang sederhana, bahkan melalui cahaya yang mengingatkan kita untuk bersyukur.
Makna yang tersirat pada puisi saya
Sejenak berhenti dari masalah: kesibukan dan tanggung jawab terkadang membuat hati lelah.
Senyuman dan cahaya: ada sesuatu yang mengingatkan penyair pada keindahan dan kebesaran Allah.
Hati yang hampa: sebuah pengakuan jujur tentang kebutuhan akan ketenangan, tanpa menggantungkan seluruh harapan pada sesuatu yang belum pasti.
Tujuh bintang dan parade semesta: gambaran tentang keteraturan dan keajaiban alam yang menumbuhkan rasa syukur.
Menulislah setiap hari dan buktikan yang terjadi ya OMJAY. https://wijayalabs.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas kunjungannya,master master terhebat sahabat bloger🙏🙏