Jumat, 16 Oktober 2026

PUISI _ SEJENAK

Sejenak

Karya: Sri Wulandari

Sejenak hati letih mengingat masalah,
sejenak terlintas pesan tentang pelaporan.

Langkahku terhenti tatkala melihat senyumnya, makin kupandang, makin terang cahayanya.

Ciptaan-Mu begitu indah, ya Robbi.
Bolehkah ia selamanya bersamaku

Memandang cahaya-cahaya yang Kau titipkan kepadanya,
sungguh menakjubkan dunia ciptaan-Mu.

Tuhan, jika boleh meminta,
bolehkah cahaya bintang-Mu
selalu menemani hati yang hampa ini,
memberi penyembuhan tanpa belajar berharap?

Sungguh, ciptaan-Mu begitu sempurna,
begitu indah dan berharga.
Tujuh bintang bergerak mengitari parade semesta,
syukur atas nikmat yang Kau beri,
Ilahi Robbi.

Sapeken, 16 Oktober 2026

Menangkap pesan yang lembut:

*Terkadang, di tengah kesibukan dan kekosongan hati, kita menemukan ketenangan melalui sesuatu yang sederhana, bahkan melalui cahaya yang mengingatkan kita untuk bersyukur.

Makna yang tersirat pada puisi saya 
Sejenak berhenti dari masalah: kesibukan dan tanggung jawab terkadang membuat hati lelah.

Senyuman dan cahaya: ada sesuatu yang mengingatkan penyair pada keindahan dan kebesaran Allah.

Hati yang hampa: sebuah pengakuan jujur tentang kebutuhan akan ketenangan, tanpa menggantungkan seluruh harapan pada sesuatu yang belum pasti.

Tujuh bintang dan parade semesta: gambaran tentang keteraturan dan keajaiban alam yang menumbuhkan rasa syukur.

Menulislah setiap hari dan buktikan yang terjadi ya OMJAY. https://wijayalabs.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungannya,master master terhebat sahabat bloger🙏🙏

HARI SANTRI DI RUANG KELAS

HARI SANTRI DI RUANG KELAS Menanamkan Iman, Mengenang Perjuangan Karya: Sri Wulandari Sapeken, 20 Oktober 2026 Hari Santri bukan sekadar...

STATEGI MENANGKAL HOAKS