Harapan
Karya: Sri Wulandari
Saat aku berkata,
aku capek merangkai kalimat yang sempurna.
Aku lelah, tak mampu menulis apa-apa.
Aku belum sanggup menuliskan sesuatu yang bermanfaat.
Aku hanya berbisik kepada diri sendiri,
lekaslah membaik, wahai keadaan.
Sebab, sesungguhnya aku masih ingin menulis,
menuangkan kata demi kata,
merangkai makna dalam setiap aksara.
Aku ingin menulis.
Sapeken, 24 Oktober 2026
Makna tersirat: Puisi ini menggambarkan seseorang yang sedang lelah dan belum mampu menuangkan pikirannya ke dalam tulisan. Namun, di balik kelelahan itu, keinginan untuk menulis masih tetap hidup. Ada harapan sederhana agar keadaan segera membaik, sehingga jemari dan pikiran kembali mampu merangkai kata menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Sebab, terkadang bukan keinginan menulis yang hilang, melainkan diri yang sedang membutuhkan waktu untuk kembali pulih.
Menulislah Setiap hari dan buktikan yang akan terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas kunjungannya,master master terhebat sahabat bloger🙏🙏