Tampilkan postingan dengan label menulis tiap hari dalam blog ||. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menulis tiap hari dalam blog ||. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Oktober 2026

Hunter moon

HUNTER’S MOON
Ketika Langit Kehilangan Bintang

26 Oktober 2026
Malam itu, langit tampak berbeda.

Tak ada bintang yang berkedip di kejauhan. Tak ada kerlip cahaya yang biasanya menghiasi hamparan malam. Seluruh langit seakan diselimuti awan gelap yang bergerak perlahan, menyimpan rahasia yang tak mampu diterjemahkan oleh kata-kata.

Di antara gulungan awan itu, bulan purnama berusaha memperlihatkan wajahnya.

Cahayanya samar, sesekali menghilang, kemudian muncul kembali di balik tirai kelabu. Seolah-olah sang rembulan sedang berbicara kepada malam tentang sebuah perjalanan panjang yang tak selalu disertai cahaya.

Orang-orang dahulu menyebut purnama ini Hunter’s Moon, Bulan Pemburu.

Ia hadir setelah musim panen, membawa ingatan tentang manusia yang berjuang mencari persediaan makanan, menembus dinginnya malam, dan memanfaatkan cahaya bulan untuk menemukan jalan pulang.

Namun, malam ini, bukan manusia yang sedang mencari sesuatu.

Bulanlah yang seolah sedang mencari celah di antara awan.

Ia tak mampu mengusir kegelapan. Ia tak dapat memerintahkan awan untuk menyingkir. Ia hanya bersinar sejauh yang dimungkinkan oleh keadaan langit.

Dan di sanalah aku menemukan sebuah makna.

Bahwa tidak semua cahaya harus terlihat terang untuk membuktikan keberadaannya. Ada kalanya kehidupan menyelimuti kita dengan awan kecemasan, kesunyian, dan ketidakpastian. Jalan yang biasanya terang mendadak terasa asing, sementara harapan yang dahulu berkilau seakan menghilang.

Namun, seperti bulan di balik awan, bukan berarti cahaya itu telah lenyap.

                          Ia masih ada.

Hanya saja, untuk sementara waktu, pandangan kita terhalang oleh sesuatu yang belum mampu kita singkirkan.

Maka, pada malam Hunter’s Moon, aku belajar memahami satu hal: kegelapan bukan selalu akhir dari sebuah perjalanan. Terkadang, ia hanyalah bagian dari malam yang harus dilewati sebelum cahaya kembali menemukan jalannya.

Dan ketika langit kehilangan bintang-bintangnya, aku memilih untuk tetap percaya bahwa di balik awan yang paling gelap sekalipun, masih ada cahaya yang menunggu kesempatan untuk bersinar.

Sapeken, 26 Oktober 2026
 Menulislah setiap hari dan buktikan yang terjadi *Omjay*

Hunter moon

HUNTER’S MOON Ketika Langit Kehilangan Bintang 26 Oktober 2026 Malam itu, langit tampak berbeda. Tak ada bintang yang berkedip d...

STATEGI MENANGKAL HOAKS